True

Hai kamu :)
Ku sapa lagi sang bulan yang sudah hadir di penghujung sore ini, ku harap dia bisa sampaikan salam ku untuk mu disana.
Ku coba melangkahkan kaki keluar persinggahan nyaman ku di sini, menyusuri sudut-sudut kota untuk sekedar mencari ketenangan dalam diriku.

Aku tahu sampai saat ini aku masih merindukan mu, masih menyebut namamu di setiap doa ku, dan mungkin Tuhan sudah bosan mendengarnya.
Kutemui orang yang ku anggap sahabat, tempat dimana aku bisa berlari dan pergi sesuka hatiku, namun tempat dimana aku harus tetap berdiri disaat dia membutuhkan aku.
Ku berbagi sedikit remah remah kisah ku kepadanya, sekedar mengurangi peluh ku, dan melihat hal ini dari sudut pandang yang lain.

Awalnya aku memang kikuk, apakah yang memang sudah kulakukan hingga aku harus mendapat hukuman seberat ini, kehilangan mu adalah hukuman terberat bagiku.
Aku tak menutup mata akan kesalahan ku. Cinta itu memang ibarat kita merebus air dalam sebuah wadah. Jika suhu nya sudah terlalu panas, air itu akan menguap dan hilang di antara udara bebas.
Ada saat nya kita sampai di titik jenuh, merasa bosan dengan semua nya, merasa ingin mengakhiri semua nya, dan mencoba mencari alaasan terbaik untuk menyelesaikannya.
Tapi tidakkah sebentar saja engkau melihat lagi kebelakang ? Melihat kenapa kita bisa ada sampai saat ini, melihat kembali apa yang sudah kita lalui, apa yang sudah kita ucapkan dari bibir tipis kita masing-masing ?
Tidakkah kau mau menengok sedikit disaat aku melakukan hal-hal yang tidak kau sangka yang membuat hatimu akhirnya bergetar ?
Tidakkah kau merasakan kembali denyut-denyut perasaan bahagia saat ku pegang erat tangan mu waktu kita berjalan berdua ?
Aku tak berharap kau mengingatnya, tapi ku harap kau mau melihatnya kembali.

Ribuan kata maaf mungkin sudah terlontar dari mulut yang kotor ini, hanya untuk meyakinkan mu, bahwa belum saat nya aku kehilangan mu.
Tak perlu kau memaklumi salah ku, kau pun berhak untuk marah.
Aku sadar, masih banyak sosok lain di luar sana yang mungkin Tuhan siapkan untuk mu,
tapi aku di sini, hanya mencoba sekuat diriku, agar aku pantas berada di samping mu.
Meski ku tahu caraku terkadang salah.

Aku berhenti bukan karena aku lelah, aku berhenti karena aku merasa kita butuh waktu untuk berfikir.
Aku berlari bukan karena aku ingin mengejarmu, tapi karena aku takut kehilangan mu.
Aku melompat bukan untuk menyamai tinggi mu, tapi karena aku ingin memantaskan diriku untuk mu.

Tak pernah tabu bibir ini mengucap maaf padamu. Kali ini pun aku melotarkan sepatah kata maaf untukmu, hati yang sudah kulukai.
Biar sebentar kurasakan sakit ini, agar luka hatimu segera membaik.
Maafkan lisan ini yang pernah menyakiti mu saat itu dengan perkataan nya yang kasar.
Maafkan lisan ini yang sudah terlalu banyak melafalkan kalimat untukmu.
Maafkan hati ini yang masih gagal mencintai mu.

Kini ku bersiap memantaskan diri, kusiapkan semua untuk saat nya nanti karena Tuhan pasti punya rencana yang indah untuk aku dan kamu.
Ijinkan aku menyimpan kisah kita sebentar hingga nanti kita siap untuk bertemu kembali.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright � 2015 Berita Teratas | Design By : Improve Web Service