Percayakah engkau ?

Masih pagi saat ku buka mata hari ini, tak ku kira malam tadi ku bisa terlelap setelah kau tiba-tiba hadir dalam pikiran ku saat ku tahu kau datang ke kota ku.
Aku merasa sudah siap untuk kembali menapaki jalan yang dulu kita lewati bersama. Aku selalu ingin tahu sedang apa kau disana sekarang, dan apa sudah ada orang lain yang menggantikan posisiku saat ini.
Semua orang tahu saat melihat kebelakang dengan semua kenangan indah hanya akan membuat hati ini semakin tak menentu, tapi entah kenapa tetap kulakukan hal tersebut, mungkin aku gila.
Ingin rasanya ku menyapa "Hai apa kabar kamu? Masih ingatkah denganku ?" 

Masih jelas di ingatanku ketika kurasakan takut yang amat sangat ketika kau marah besar kepadaku, kuraskan perasaan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya ketika kau berhenti untuk berucap kepadaku. Maafkan aku yang saat itu tak bertindak seperti yang kamu harapkan.

Saat ini kau dan aku sedang belajar memahami diri masing-masing, mengambil kembali ruang waktu masing-masing yang mungkin tak sempat kau dan aku jemput saat kita bersama.
Menggeluti lagi semua aktivitas mu tanpa aku yang menanyakan sedang apa kau, kapan kamu pulang, dan kapan kita bisa bertemu.

Banyak suara berdengung di kepalaku, apakah sekarang kau bahagia sekarang saat kita memutuskan untuk berjalan beriringan saat ini.
Aku pun masih ingat kata-kata terakhir mu saat itu, betapa kau mungkin membenci ku karena sikapku, ku harap itu hanya emosi sesaat mu yang tak sungguh-sungguh terucap dari dalam hatimu.

Sempat aku bingung menghadapi semuanya, apa yang harus aku lakukan, apakah ini semua hanya drama cinta seperti yang sering aku dan kamu lihat di tv, ataukah ini realita cinta yang memang harus aku jalani.
Aku coba menarik diri dari dunia luar hanya untuk memahami semua yang terjadi pada kita.
Aku dan kamu butuh waktu.

Hampir setiap hari ku coba mengintip dari balik laptop, apa yang kau lakukan setiap hari, bagaimana kabar mu, apakah kau baik-baik saja. Terkadang ku merasakan rasa yang tak biasa, ketika melihatmu bercanda dan berbincang nyaman dengan orang lain yang mungkin orang yang bisa saja menggantikan posisi ku.
Tapi di sisi yang lain, aku mencoba untuk tetap tersenyum melihat mu bahagia saat ini.

Ingin rasanya aku bertukar posisi dengan orang itu, mungkin hanya beberapa saat, namun itu sungguh berarti bagiku.
Ingin aku bertanya, "Masih ingatkah kau dengan kenangan kita dulu ?" 
Terkadang aku kalah dengan semua rasa sakit dan cemburu yang mungkin terlintas di saat aku menyambangi media sosial mu untuk sekedar tahu bagaimana kabar mu, ketika itu aku lebih memilih bersembunyi jauh di dalam kamarku, coba melepaskan semua keinginan ku untuk menoleh ke arah mu yang ku tahu semuanya akan berakhir kurang baik untuk hati ini.

Sampai satu hari, saat ku rasa diriku sudah siap untuk menghadapi semua nya, kembali melihat kehidupan mu, dan bersiap tersenyum untuk apapun yang akan kuhadapi nanti.
Kulangkahkan kaki ku masuk kembali ke dunia ku, dunia di mana penuh kenangan dengan mu, yang tak mungkin ku hapus atau ku buang jauh-jauh.
Kembali kurasakan perasaan yang sama, rasa yang dahulu ku rasakan saat kembali melihat kehidupan mu.

Sampai akhirnya aku yakin pada diriku, kalau semua ini belum selesai. Aku percaya masih ada cerita lain yang menunggu kita. Masih ada kisah baru yang harus kita tulis bersama.
Sampai saat itu tiba, aku hanya bisa memantaskan diri untuk mu, tempat ku kembali nanti, dengan segala penat ku dalam pencarian jalan kita kembali.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright � 2015 Berita Teratas | Design By : Improve Web Service